[Marinir] NAD : Operasi Terpadu di Nanggroe Aceh Darussalam hari ke 122

Yap Hong Gie marinir@polarhome.com
Fri, 19 Sep 2003 11:49:36 +0700


Kamis, 18 September 2003
NAD: OPERASI TERPADU DI NANGGROE ACEH DARUSSALAM HARI KE 122

Perhatian operasi kemanusiaan masih tercurah pada permasalahan penanganan
pengungsi, pengangguran dan pembangunan sekolah. Proses belajar mengajar
berjalan lancar walaupun fasilitas gedung sekolah masih dalam keadaan
darurat, roda pemerintahan semakin membaik, realisasi KTP 92,66 %, teror
kepada masyarakat dengan berbagai cara masih tetap dilakukan pemberontak
GAM, kontak tembak masih terjadi dibeberapa tempat.

Operasi Kemanusiaan.
Pengungsi hingga hari ini berjumlah 12.139 jiwa /2.955 KK. Terjadi
penambahan pengungsi di Kec.Kreung Sabee Kab.Aceh Jaya sebanyak 1 jiwa/1 KK
, Kec.Indra Makmur Kab.Atim 141 jiwa / 25 KK dan pemulangan pengungsi di
Kec.Pasie Raja Kab.Asel sebanyak 31 jiwa/9 KK. Pelayanan kesehatan kepada
pengungsi di Aceh Jaya 76 org, Aceh Tamiang 9 org, Aceh Tenggara 12 org,
Aceh Barat 18 org, Aceh Selatan 62 org, Atim 19 org, Abdya 15 org dan Nagan
Raya 26org. Kegiatan Bantuan Kemanusiaan dan Rehabilitasi Sosial (BKRS) pada
masa CoHA, tetap dilanjutan disesuaikan dengan prioritas program
kemanusiaan.
Dari 607 fasilitas pendidikan yang dibakar pemberontak GAM (Beberapa sekolah
dibakar sebelum Ops Terpadu), 596 sekolah telah selesai diperbaiki secara
darurat oleh aparat TNI/POLRI dibantu masyarakat dan 11 sekolah dibangun
dengan tenda sementara. Penanganan kegiatan belajar mengajar dilaksanakan
diantaranya secara Doeble shift 768 murid, penempatan pada sekolah terdekat
7.023 murid, belajar darurat pada fasilitas umum 756 murid dan belajar
darurat ditenda 7.591 murid. Upaya penanggulangan pengangguran sebanyak
330.351 orang (8,12%) dari total penduduk 4,1 juta jiwa, dilakukan dengan
pemulihan perekonomian Aceh, menyiapkan lapangan kerja, yang diprioritaskan
untuk korban konflik, kaum dhuafa dan masyarakat lainnya. Baru-baru ini
telah dilaksanakan deklarasi "DUEK PAKAT" di Takengon Aceh Tengah, telah
menghasilkan kesepakatan untuk memperjuangkan dan mewujudkan kesejahteraan
rakyat NAD melalui program pembangunan berbasis ekonomi kerakyatan demi
tercapainya masyarakat adil makmur bermartabat, yang di tandatangani Menko
Kesra Jusuf Kalla, Mayjen Endang Suwarya, Bank BNI dan Kadin. Disamping itu
pembangunan dilaksanakan dengan cara swakelola sehingga melibatkan
masyarakat. Telah disiapkan juga lahan perkebunan, perikanan dan
perindustrian. Pembinaan pemberontak GAM yang menyerah di BPG Ujong Batee
sebanyak 428 org terdiri dari 422 pria dan 6 org wanita. Materi yang
diberikan adalah Pembinaan Mental, Ketrampilan dan Wawasan Kebangsaan,
sebanyak 105 org di Meulaboh dan 1org di Lhokseumawe.


Operasi Pemantapan Jalannya Pemerintahan.
Realisasi KTP Merah Putih sudah mencapai 92,49 % atau 2.460.336 lbr dari
2.645.226 penduduk wajib KTP. Keterlambatan KTP dikarenakan belum terbentuk
Koramil dan Polsek sebagai kelengkapan organisasi Muspika diwilayah
pemekaran. Kendala tersebut sesuai arahan PDMD bisa diatasi dengan aparat
yang saat ini BKO di daerah tersebut. Perampasan KTP oleh pemberontak GAM
sebanyak 4.723 lbr KTP dan 139 lbr KK dengan perincian sbb: Kab.Abes 1.223
lbr KK, Pidie 299 lbr KTP dan 139 KK, Aut 1.313 lbr KTP, Abdya 6 lbr KTP,
Singkil 34 lbr KTP dan Abar 1.848 lbr KTP. Pemda Kabupaten/Kota telah
mengganti KTP yang dirampas dengan nomor registrasi yang berbeda dengan KTP
semula. Pemerintahan ditingkat Kecamatan berjumlah 227, yang berfungsi
148(65%), kurang berfungsi 79(35%), ditingkat Desa berjumlah 5.862 yang
berfungsi 3.676(62,71%), kurang berfungsi 1.594(27,19%), tidak berfungsi
592(10,10%).
Kecamatan Sawang salah satu Kecamatan yang beberapa saat yang lalu dilantik
seorang aparat TNI untuk melaksanakan tugas negara sebagai seorang Camat
telah berhasil merubah daerahnya yang tadinya termasuk daerah hitam dalam
beberapa bulan telah berubah menjadi daerah putih, tentunya itu tidak luput
dari peran serta masyarakat dalam mewujudkan keamanan di kecamatan tersebut
sehingga roda pemerintahan dapat digerakkan.


Operasi Penegakan Hukum.
Aparat TNI/POLRI terus melakukan pemeriksaan secara intensif, pencarian,
penangkapan yang diduga terlibat GAM; Penahanan, pemeriksaan dan memproses
secara hukum, disamping itu juga melakukan penyuluhan kepada masyarakat
untuk meningkatkan kesadaran hukum dan kecintaan kepada NKRI.
Bimbingan dan penyuluhan dari pihak Kepolisian untuk menumbuhkan kesadaran
kebersamaan dan tanggung jawab mengamankan lingkungan kampung dan desanya
dari ancaman/gangguan serta intimidasi pemberontak Hasan Tiro melalui
kegiatan siskamling Perkembangan sampai saat ini menunjukan hal positip
karena masyarakat semakin berani melaporkan pemberontak ke Aparat dan bahkan
berani melawan dan mengejar apabila ada warga yang diculik oleh separatis
Hasan Tiro. Kasus tindak pidana pembunuhan yang dilakukan oleh boneka-boneka
Hasan Tiro terhadap keluarga Aminah (7/9) yang telah menelan korban 3 orang
perempuan termasuk Ibu Aminah meninggal dunia dan satu orang korban an.
Rosmita saat ini sedang dirawat di rumah sakit merupakan salah satu bukti
nyata bagaimana kedzaliman dan kekejaman yang terpatri di dada pemberontak
GAM.
Sampai hari ini, tahanan GAM berjumlah 883 org ( Front bersenjata 475 org
dan Front Politik/pendukung 408 org ), dari tahanan tersebut diserahkan ke
Kejaksaan 397 org dan yang divonis pengadilan 75 org.


Operasi Pemulihan Keamanan
Di hari ke 122 terjadi 9 kali kontak tembak masing-2: 2 kali di Pidie, 4
kali di Bireun dan 3 kali di Aut. Pemberontak GAM melakukan penculikan
terhadap masyarakat A.n Said Mahdi (45) PNS alamat Ds.Sampono Cot
Kec.Seunagan Kab.Nagan Raya serta penembakan terhadap masyarakat A.n Cut
Malinda 20 th alamat Ds.Teupin Gandapura Kab.Bireun. Hingga hari ini
pemberontak GAM masih tetap melakukan teror terhadap masyarakat, hal ini
merupakan kesempatan bagi TNI/POLRI untuk melaksanakan tugas negara ini
dengan sebaik-2 nya sesuai prosedur yang berlaku untuk mempersatukan hati
dan pikiran rakyat. Setiap saat dimanapun kita berada ajak Saudara-saudara
kita untuk kembali kepangkuan ibu pertiwi, Tinggalkan keinginan Hasan Tiro
yang selalu menipu dan memutar balikkan fakta sehingga menjerumuskan
masyarakat Aceh ke dalam angan-angan munafiknya. Dari kejadian diatas 18
orang pemberontak Hasan Tiro tewas, 20 tertangkap (10 tangkapan Polisi) dan
5 org kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.masing-2 : Darmawan Usman 30 th alamat
Ds.Burung Pante Kec.Sakti kab.Pidie dkk 2 org, Hasbalah 35 th alamat
Ds.Lampineng Kec.Baitussalam Kab.Abes melapor ke Kodim0101/Abes dan Cut Alam
48 th alamat Ds.Ladang Rimba Kec.Bakongan Kab.Asel melapor ke Pos Yonif
511/DY.
Hingga hari ke-122 pemberontak Hasan Tiro Front bersenjata tewas 897 org,
ditangkap 587org, dan kembali kepangkuan ibu pertiwi 599org, sedangkan Front
Politik/Pendukung 440 tertangkap dan 53 org kembali ke pangkuan ibu pertiwi.
Di pihak TNI gugur tempur 32 org, non tempur 19 org, luka tembak 111 org,
pihak Polri gugur tempur 7 org, non tempur 8 org dan luka tembak 62 org.
Telah disita 372 pucuk senjata berbagai jenis.(PAR)

Sumber: pdmd-nad.info