[Marinir] NAD : Perang Terbuka - GAM berkecamuk di empat wilayah NAD

Yap Hong Gie marinir@polarhome.com
Fri, 19 Sep 2003 11:49:39 +0700


Kamis, 18 September 2003
NAD: Perang Terbuka TNI-GAM Berkecamuk di Empat Wilayah NAD

Dansatgaspen Koops TNI itu menjelaskan, sepanjang Selasa (16/9) di Kabupaten
Bireuen terjadi lima kali insiden kontak senjata. Akibatnya sembilan pria
yang diklaim TNI sebagai anggota gerilyawan GAM tewas. Sedangkan di Aceh
Utara, terjadi kontak tembak sebanyak tiga titik dengan jumlah anggota GAM
tewas enam orang, sementara di Pidie empat titik dengan jumlah anggota GAM
tewas empat orang.

Selain itu juga tiga warga tewas ditembak orang tak dikenal, masing-masing
di Bireuen bernama Cut Maulinda (28) penduduk Desa Teupin Siren Kecamatan
Gandapura , korban ditembak di ujung Jembatan Krueng Tingkeum. TNI mengklaim
pelakunya GAM yang menginginkan sepeda motor korban.

Korban lainnya di Kabupaten Aceh Timur, yakni karyawan PTP Nusantara I
Langsa bernama Ilyas (50). Korban ditembak dua pria bersenjata di rumahnya
di Desa Pondok Kelapa, Langsa Barat. Letkol Yani merincikan, Selasa (16/9)
pukul 10.00 WIB Tim Dakota-3 Yonif-4 Marinir pimpinan Letda (Mar) Vichtor
melakukan penyergapan terhadap anggota GAM di desa pedalaman Kecamatan
Samalanga. Dalam insiden itu dua anggota GAM tewas ditembak dan berbagai
barang milik GAM disita. Pukul 15.00 WIB kontak tembak terjadi di Desa Batee
Geusoek Kecamatan Samalanga dengan Yonif-411 Kostrad di bawah pimpinan Lettu
Inf Admin. Dalam insiden itu satu GAM tewas dan sepucuk senjata AK-47 serta
ratusan amunisi disita.

Masih di Bireuen, pukul 16.00 WIB, Tim Equador-4 Yonif-4 Marinir dibawah
pimpinan Sertu Tri Mudiono, melakukan penyergapan di Desa Sunti Makmur,
Kecamatan Ganda Pura. Dalam insiden kontak tembak itu, tiga personil GAM
tewas. Di lokasi kejadian, TNI hanya menyita buku catatan hasil penarikan
pajak. Masih di Bireuen, kontak tembak antara TNI dengan GAM terjadi di
daerah pedalaman Kecamatan Jeumpa, dalam insiden itu dua anggota GAM tanpa
identitas tewas tertembak.

Sedangkan di Aceh Utara kontak tembak terjadi di Desa Tanjung Hagu Kecamatan
Syamtalira Aron, dalam insiden itu empat anggota GAM tanpa identitas tewas
dan sepucuk senjata AK-47 dan sepucuk pistol standar bersama ratusan amunisi
disita sebagai barang bukti. Selain itu juga terjadi kontak tembak di Aceh
Timur dan Pidie, dalam isiden tersebut beberapa orang GAM tanpa identitas
tewas dan sejumlah barang milik GAM disita. "Jumlah keseluruhan yang tewas
24 orang termasuk dua diantaranya warga masyarakat yang tewas ditembak GAM,"
kata Yani.

Meninggal

Sementara itu, Gubernur GAM wilayah Linge Aceh Tengah, Dailami alias Aji
Binem alias Jaelani (32) dan Isterinya Suryati (27) yang tertembak dalam
insiden kontak senjata Selasa (16/9), kemarin dikabarkan telah meninggal
dunia.

Menurut keterangan, Pangkoops Mayjen Bambang Darmono telah memerintahkan
kepada Danton Yonif-411 Kostrad Letda Inf Untung, agar Gubernur GAM bersama
isterinya bisa diselamatkan. Tapi, karena korban susah dievakuasi dari
lokasi --yang tak bisa dilalui dari darat dan heli pun tak dapat mendarat--,
akhirnya maut menjemput korban yang mengalami luka tembus di bagian dada.
"Mayat kedua korban telah diserahkan kepada keluarganya," kata Ahmad Yani.

Menurut Yani, meninggalnya Gubernur GAM Wilayah Linge itu juga menguburkan
informasi tentang keberadaan tokoh GAM lainnya. "Seandainya sepasang suami
isteri itu bisa diselamatkan, banyak rahasia keberadaan GAM yang bisa
terkuak," kata Ahmad Yani. Tertembaknya Gubernur GAM Linge bersama isterinya
itu sempat memunculkan isu bahwa korban adalah Panglima GAM Batee Iliek, Tgk
Darwis Djeunieb, karena sama-sama berewokan. Namun, setelah Pangkoops turun
langsung ke lokasi melakukan investigasi, ternyata korban mengaku sebagai
gubernur GAM wilayah Linge

Sumber: kompas.com