[Marinir] [Nasional] 50.000 Warga Aceh Minta Darurat Militer Diperpanjang
Hong Gie
marinir@polarhome.com
Sun, 21 Sep 2003 22:21:03 +0700
----- Original Message -----
From: a.supardi
To: national@mail2.factsoft.de
Sent: Sunday, September 21, 2003 1:00 PM
Subject: [Nasional] 50.000 Warga Aceh Minta Darurat Militer Diperpanjang
(Berita Sore Online, Sabtu, 20 September 2003)
50.000 Warga Aceh Minta Darurat Militer Diperpanjang
Banda Aceh, ( Berita ) - Sedikitnya 50.000 warga dari 17 kecamatan di
Kabupaten Aceh Tengah minta pemerintah pusat agar memperpanjang operasi
darurat militer (DM) di Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).
"Mereka mendesak pemerintah agar DM diperpanjang karena masyarakat Aceh,
termasuk di Aceh Tengah telah merasakan dampak positif terhadap keamanan di
daerah ini," kata jurubicara Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, M. Sofyan, di
Takengon, Sabtu (20/09).
Sekelompok massa mendatangi gedung DPRD Aceh Tengah secara tertib dari
berbagai pelosok desa dengan menggunakan kendaraan umum dan pribadi hari
Sabtu sambil membawa sejumlah spanduk dan poster yang berisikan harapan DM
diperpanjang.
Dalam aksi damai itu, jurubicara setiap kecamatan membacakan tuntutan mereka
secara bergantian yang pada intinya semua masyarakat dari dataran tinggi
"Tanah Gayo" Aceh Tengah minta agar operasi militer dapat diperpanjang.
Permintaan agar operasi militer diperpanjang di Nanggroe Aceh datang dari
hampir seluruh masyarakat dari 20 daerah kabupaten/kota di propinsi ujung
paling barat Indonesia itu.
Aksi massa tuntutan DM agar diperpanjang mulai disuarakan berbagai komponen
masyarakat karena mereka kini telah merasakan manfaatnya, setelah empat
bulan operasi terpadu dengan tingkat darurat militer digelar, sejak 19 Mei
2003.
Bagi masyarakat di Aceh Tengah, tuntutan diperpanjangnya DM datang secara
spotanitas dan dari lubuk hati yang tulus karena di daerah mereka hingga
kini masih ada anggota GSA/GAM yang sering mengintimidasi dan memeras
rakyat.
Para petani kopi di Aceh Tengah kini mulai berani kembali ke kebun-kebun
mereka setelah lama ditelantarkan karena adanya ancaman dari anggota GSA/GAM
di wilayah itu.
"Padahal, sebelumnya ribuan hektare tanaman kopi rakyat telah ditinggalkan
serta sebagian mereka terpaksa mengungsi ke Takengon--ibukota Aceh Tengah
menumpang pada rumah sanak familinya masing-masing," katanya.
Menjawab tuntutan massa itu, Wakil Ketua DPRD Aceh Tengah M. Saleh berjanji
harapan masyarakatnya akan dibahas dalam rapat kilat hari Sabtu bersama
Bupati Aceh Tengah dan aparat keamanan yang ada di daerah itu.
Bupati Aceh Tengah H. Mustafa M. Tami berjanji hasil rapat kilat atas
tuntutan masyarakatnya akan diteruskan langsung ke tingkat propinsi.
Sementara itu Komandan Kodim 0106 Aceh Tengah Letkol (Inf) Yakraman Yagus
dan Kapolres Aceh Tengah AKBP Ali Taruna Jaya mmenyampaikan rasa terima
kasih atas dukungan dan kepercayaan masyarakat yang diberikan kepada
TNI/Polri.
Setelah menerima jawaban dari Wakil Ketua DPRD M. Saleh dan Bupati Aceh
Tengah Mustafa M. Tamy, massa akhirnya membubarkan diri secara tertib.