[Marinir] [Nasional] Dana Kemanusiaan Digelapkan

Yap Hong Gie marinir@polarhome.com
Thu, 25 Sep 2003 15:33:39 +0700


This is a multi-part message in MIME format.

------=_NextPart_000_0312_01C3837A.64638B80
Content-Type: text/plain;
	charset="iso-8859-1"
Content-Transfer-Encoding: quoted-printable


Mailing List "NASIONAL"
-----------------------------------------------------------------------
Dana Kemanusiaan Digelapkan

BANDA ACEH, SRIWIJAYA POST, Selasa, 23/09/2003 - Tim Monitoring Badan
Koordinasi Rehabilitasi Sosial (BKRS) NAD mulai melakukan evaluasi dan
pemeriksaan lapangan terhadap penyaluran bantuan kemanusiaan yang =
disalurkan
Dinas Sosial Propinsi. Dalam pemeriksaan di Kabupaten Pidie, BKRS =
menemukan
fakta bahwa penyaluran bantuan itu diselewengkan alias digelapkan.
"Pihak Dinas Sosial NAD melaporkan kepada Tim Monitoring BKRS NAD telah
terealisir 100 persen, sementara setelah dicek ke lapangan banyak yang =
belum
menerima, dan banyak juga dana yang belum penuh disalurkan," kata =
anggota
Tim Monitoring BKRS NAD, Letkol CZI Zainal Arifin kepada Serambi, Minggu
(21/9), usai melakukan pengecekan lapangan di tiga kecamatan di =
Kabupaten
Pidie.
Zainal menyatakan, pihaknya melakukan pengecekan penyaluran dana =
kemanusiaan
itu di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Padang Tiji, Indra Jaya, dan
Meureudu. "Contohnya Mukhlis Munadir, penduduk Desa Mayang Cut, Meunasah
Blang, Meureudu, Pidie. Ia benar seorang korban cacat akibat konflik. Ia
dilaporkan oleh Kantor Dinas Sosial Kabupaten Pidie telah menerima dana
korban cacat dari Dinas Sosial Propinsi senilai Rp 2 juta pada tanggal 5
Juli 2003 lalu. Tapi saat ditemui anggota tim monitoring BKRS, ia =
mengaku
hanya menerima Rp 1 juta," kata Zainal seperti diberitakan Serambi
Indonesia, Senin (22/9).
Tim Monitoring mendapat konfirmasi dari Camat Meureudu bahwa di =
wilayahnya
ada 32 orang korban cacat konflik yang menerima santunan dari APBD 2003,
dengan nilai nominal rata-rata Rp 2 juta/orang. Dari jumlah itu berarti
jumlah uang yang akan diterima senilai Rp 64 juta. Namun yang baru =
tersalur
Rp 26 juta.
"Ini berarti masih ada sekitar Rp 38 juta lagi yang belum disalurkan =
Dinas
Sosial," katanya.
Kasus pemotongan yang serupa juga terjadi dalam program penyaluran =
santunan
bagi janda korban konflik. Jumlah janda yang akan menerima santunan di
kecamatan itu mencapai 47 orang. Setiap janda akan menerima Rp 2,5 juta,
dengan nilai total Rp 117,5 juta. Dari jumlah tersebut yang telah =
disalurkan
baru senilai Rp 59,1 juta.
"Ini berarti masih ada 58,4 juta lagi dana santunan janda korban konflik
yang belum disalurkan di kecamatan tersebut," katanya. (Srb)




------=_NextPart_000_0312_01C3837A.64638B80
Content-Type: text/html;
	charset="iso-8859-1"
Content-Transfer-Encoding: quoted-printable

<!DOCTYPE HTML PUBLIC "-//W3C//DTD HTML 4.0 Transitional//EN">
<HTML><HEAD>
<META content=3D"text/html; charset=3Diso-8859-1" =
http-equiv=3DContent-Type>
<META content=3D"MSHTML 5.00.2614.3500" name=3DGENERATOR>
<STYLE></STYLE>
</HEAD>
<BODY bgColor=3D#ffffff>
<DIV>&nbsp;</DIV>
<DIV><FONT face=3DArial>Mailing List=20
"NASIONAL"<BR>-----------------------------------------------------------=
------------<BR>Dana=20
Kemanusiaan Digelapkan<BR><BR>BANDA ACEH, SRIWIJAYA POST, Selasa, =
23/09/2003 -=20
Tim Monitoring Badan<BR>Koordinasi Rehabilitasi Sosial (BKRS) NAD mulai=20
melakukan evaluasi dan<BR>pemeriksaan lapangan terhadap penyaluran =
bantuan=20
kemanusiaan yang disalurkan<BR>Dinas Sosial Propinsi. Dalam pemeriksaan =
di=20
Kabupaten Pidie, BKRS menemukan<BR>fakta bahwa penyaluran bantuan itu=20
diselewengkan alias digelapkan.<BR>"Pihak Dinas Sosial NAD melaporkan =
kepada Tim=20
Monitoring BKRS NAD telah<BR>terealisir 100 persen, sementara setelah =
dicek ke=20
lapangan banyak yang belum<BR>menerima, dan banyak juga dana yang belum =
penuh=20
disalurkan," kata anggota<BR>Tim Monitoring BKRS NAD, Letkol CZI Zainal =
Arifin=20
kepada Serambi, Minggu<BR>(21/9), usai melakukan pengecekan lapangan di =
tiga=20
kecamatan di Kabupaten<BR>Pidie.<BR>Zainal menyatakan, pihaknya =
melakukan=20
pengecekan penyaluran dana kemanusiaan<BR>itu di tiga kecamatan, yaitu =
Kecamatan=20
Padang Tiji, Indra Jaya, dan<BR>Meureudu. "Contohnya Mukhlis Munadir, =
penduduk=20
Desa Mayang Cut, Meunasah<BR>Blang, Meureudu, Pidie. Ia benar seorang =
korban=20
cacat akibat konflik. Ia<BR>dilaporkan oleh Kantor Dinas Sosial =
Kabupaten Pidie=20
telah menerima dana<BR>korban cacat dari Dinas Sosial Propinsi senilai =
Rp 2 juta=20
pada tanggal 5<BR>Juli 2003 lalu. Tapi saat ditemui anggota tim =
monitoring BKRS,=20
ia mengaku<BR>hanya menerima Rp 1 juta," kata Zainal seperti diberitakan =

Serambi<BR>Indonesia, Senin (22/9).<BR>Tim Monitoring mendapat =
konfirmasi dari=20
Camat Meureudu bahwa di wilayahnya<BR>ada 32 orang korban cacat konflik =
yang=20
menerima santunan dari APBD 2003,<BR>dengan nilai nominal rata-rata Rp 2 =

juta/orang. Dari jumlah itu berarti<BR>jumlah uang yang akan diterima =
senilai Rp=20
64 juta. Namun yang baru tersalur<BR>Rp 26 juta.<BR>"Ini berarti masih =
ada=20
sekitar Rp 38 juta lagi yang belum disalurkan Dinas<BR>Sosial,"=20
katanya.<BR>Kasus pemotongan yang serupa juga terjadi dalam program =
penyaluran=20
santunan<BR>bagi janda korban konflik. Jumlah janda yang akan menerima =
santunan=20
di<BR>kecamatan itu mencapai 47 orang. Setiap janda akan menerima Rp 2,5 =

juta,<BR>dengan nilai total Rp 117,5 juta. Dari jumlah tersebut yang =
telah=20
disalurkan<BR>baru senilai Rp 59,1 juta.<BR>"Ini berarti masih ada 58,4 =
juta=20
lagi dana santunan janda korban konflik<BR>yang belum disalurkan di =
kecamatan=20
tersebut," katanya. (Srb)<BR><BR><BR></FONT></DIV></BODY></HTML>

------=_NextPart_000_0312_01C3837A.64638B80--