[Marinir] GAM Kembali Sandera Delapan Penduduk Sipil

Hong Gie marinir@polarhome.com
Thu, 15 Jan 2004 23:22:20 +0700


http://www.tempo.co.id/hg/nasional/2004/01/12/brk,20040112-07,id.html

Nasional
GAM Kembali Sandera Delapan Penduduk Sipil
12 Januari 2004

TEMPO Interaktif,
Lhokseumawe: Kelompok gerilyawan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dinilai Komando
Operasi Tentara Nasional Indonesia tidak serius dalam membebaskan para
sandera, meskipun pemerintah secara bersungguh-sungguh telah menunjukkan
iktikad baiknya. Hal itu disampaikan Juru Bicara Koops TNI di Aceh, Letnan
Kolonel CAJ Ahmad Yani Basuki kepada wartawan di Lhokseumawe, Senin (12/1).

Ketidakseriusan GAM, terbukti dari terjadinya aksi penculikan baru yang
masih terus berlangsung. Dalam dua hari ini, sudah delapan orang lagi
diculik GAM. Dua diantaranya berhasil dibebaskan TNI. "Nasib para sandera
lain berhasil dilarikan GAM," katanya.

Hampir seluruh korban penculikan baru adalah dari operasi penghadangan GAM
di di jalur lintas utama di kawasan Peureulak, Aceh Timur. "Kami sangat
menyesalkan tindakan GAM ini yang masih terus melakukan penculikan di
tengah-tengah keseriusan pemerintah untuk membebaskan sandera sebelumnya,"
kata Letkol Yani.

Diduga kuat, penculikan itu dilakukan GAM untuk menambah tameng hidup atau
untuk mendapatkan tebusan guna memenuhi kebutuhan logistik GAM yang kian
menipis setelah terus menerus digempur TNI.

Letkol Yani mengharapkan semua pihak ikut menekan kelompok GAM agar tidak
terus melakukan pelanggaran atas hak asasi manusia dengan menyandera
masyarakat sipil tidak berdosa.

Sementara itu, seorang anggota TNI dari Yonif 500/Raider tertembak
gerilyawan GAM di Desa Inong, Peureulak, Aceh Timur pada pukul 04.00 WIB,
Senin. Sersan Dua Dayat, mengalami luka tembak di bagian paha kiri. Korban
terluka ketika terjadi kontak senjata saat TNI melakukan penyergapan.

Di Aceh Utara, sehari sebelumnya sekitar pukul 05.00 WIB Pasukan Pemukul
Reaksi Cepat TNI Yonif 502 juga terlibat kontak tembak dengan GAM di Desa
Grup Lhee, Kecamatan Kuta Makmur. Dari lokasi pertempuran itu, pasukan TNI
menyita satu pucuk pistol, 680 butir amunisi kaliber 5,56, 356 butir amunisi
AK, 10 magazen dari berbagai jenis dan satu butir granat lontar (GLM).
Selain itu juga disita HT, pakaian loreng Malaysia, bendera GAM dan
obat-obatan.

Zainal Bakri - Tempo News Room