[Marinir] [Nasional] Fw: Berita Aceh

Hong Gie marinir@polarhome.com
Thu, 22 Jan 2004 21:52:32 +0700


-----------------------------------------------------------------------
Mailing List "NASIONAL"
-----------------------------------------------------------------------

----- Original Message -----
From: Indgajoto
To: ; Bismo D. Gondokusumo ;
Sent: Wednesday, January 21, 2004 12:26 PM
Subject: Berita Aceh


Serambi Rabu, 21 Januari 2004
Selama DM, Puluhan Tokoh GAM Dilumpuhkan
LHOKSEUMAWE - Sejak Darurat Militer (DM) diterapkan di Nanggroe Aceh
Darussalam (NAD) 19 Mei tahun lalu, banyak perubahan kondisi dan situasi di
Aceh. Perubahan itu setelah TNI/Polri berhasil melumpuhkan dan menangkap
hidup puluhan tokoh GAM dan pemberontak GAM lainnya serta menyita seribuan
senjata berbagai jenis sebagai barang bukti dalam proses hukum, kata
Dansatgaspen (jurubicara) Koops TNI, Letkol CAJ Asep Sapari, kepada wartawan
di Lhokseumawe, kemarin.
Ia juga menyatakan kantor instansi pemerintah di berbagai kecamatan kembali
melakukan pelayanan kepada masyarakat, aktivitas masyarakat berjalan lancar
tanpa hambatan dengan terjadi kontak senjata serta rasa was-was di kalangan
penduduk.
Dikatakan juga para pemuda mulai menunjukkan keberaniannya menantang
kelompok GAM dengan menyatakan ikrar kesetiaan kepada NKRI seperti dilakukan
kemarin di Lhoksukon, dimana ribuan pemuda desa berkumpul di lapangan.
Dengan adanya dukungan pemuda dan masyarakat selama DM, kata Letkol Asep,
tak kurang dari 50 pentolan (tokoh) GAM tewas dan tertangkap hidup di
berbagai daerah. Tokoh GAM yang tertangkap itu, kata Asep, memiliki jabatan
Peutua (setingkat Geusyik), Mukim GAM, Kapolsek, Panglima Sagoe (setingkat
Danramil).
"Bahkan ada tokoh GAM yang tertangkapnya saat hendak melarikan diri ke luar
negeri, seperti Irwandi Yusuf. Konseptor GAM itu ditangkap intel gabungan
Kodam Jaya. Selain itu, juru penerangan GAM Wilayah Linge (Aceh Tengah), Wen
Rimba Raya, yang ditangkap anggota intel gabungan Kodam II Sriwijaya yang
sekarang dalam pemeriksaan serta banyak tokoh GAM lain sedang dalam proses
yang tertangkap di Medan dan daerah lain," kata Asep Sapari.
Tokoh lain yang berhasil dilumpuhkan antaralain Ramli Basyah, wakil Panglima
GAM Wilayah Pasee. Sedangkan tokoh GAM paling terakhir yang berhasil
dilumpuhkan adalah Said Adnan. Bukan hanya pentolan GAM, tetapi ribuan
tentara dan polisi GAM di Aceh telah dilumpuhkan selama darurat militer,
tambahnya.
Sementara itu, ribuan pucuk senjata berbagai jenis dan belasan ribu peluru
aktif milik GAM berhasil disita sebagai barang bukti dalam proses hukum,
termasuk senjata berat seperti yang ditemukan di Desa Meunasah Tingkeum,
Kecamatan Simpang Ulim, Aceh Timur, awal Januari, semuanya atas petunjuk
masyarakat dan anggota GAM yang menyerah diri ke Koops TNI, kata Asep
Sapari.
Seribuan senjata tersebut, kini dijadikan barang bukti di berbagai Kodim dan
juga sebagian ada di Koops. Selain senjata dan amunisi, ada sejumlah bom
aktif dan granat tangan yang disita dari kelompok GAM. Dokumen berharga juga
berhasil dirampas dalam beberapa kali penggerebekan. Selama Januari ini
saja, katanya, tidak kurang dari 30 anggota GAM dilumpuhkan dan puluhan
lainnya menyerah pada aparat keamanan di berbagai daerah Tk-II, kata Asep
Sapari.
Perkembangan operasi dua hari terakhir, pasukan Koops melumpuhkan tiga pria
yang diklaim sebagai pemberontak GAM dalam kontak tembak di Aceh Timur dan
Bireuen. Selain itu, kata dia, pasukan TNI menyita tiga senjata --AK-56,
AK-47, senjata jenis Shoot-gun dan satu tabung pelontar, serta ratusan
amunisi berbagai jenis, dua bom rakitan dan peralatan tempur GAM.
Temukan GLM
Kasgaspen Ops Gakkum, Kombes Pol Sayed Hoesainy, dalam rilis yang diterima
Serambi, kemarin, melaporkan Unit Gegana Sat Brimobda menemukan satu senjata
GLM standar, dalam suatu kegiatan penyisiran di rawa-rawa kawasan Desa Cot
Arun, Cot Keueng, Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar Senin (19/1).
Menurut Sayed, penemuan GLM tersebut merupakan hasil pengembangan Unit
Gegana Sat Brimobda dari seorang anggota GAM, yang sebelumnya ditangkap Unit
Gegana Brimobda di bawah pimpinan Iptu Anwar. Ditambahkan, Gegana juga telah
berupaya melakukan penyisiran ke perbukitan Gunung Cot Lima, Kecamatan Kuta
Baro. "Menurut pengakuan GAM, lokasi tersebut merupakan kuburan massal warga
sipil korban pembantaian kelompok GAM," katanya.
Dari Pidie, Koop Gakkum menerima laporan bahwa kelompok GAM menyerang Polsek
Kembang Tanjong. Namun, katanya, insiden itu tidak menimbulkan korban dan
hanya mengenai bagian belakang bangunan Polsek, "karena cepat diantisipasi."
"Di lokasi kita menemukan seratusan butir selongsong peluru, dan peluru
aktif jenis campuran, serta satu butir amunisi GLM," katanya.(ib/j/nal)


Serambi Indonesia Redaksi Jln. Laksamana Malahayati, Km 6 Desa Baet, Aceh
Besar/Banda Aceh Tel (0651) 51800 Fax (0651) 51756