[Marinir] TEMPO: SBY Tiga Tantangan Dapat Menggagalkan Pemilu 2004
Hong Gie
marinir@polarhome.com
Sun, 25 Jan 2004 05:23:08 +0700
Nasional
Yudhoyono: Tiga Tantangan Dapat Menggagalkan Pemilu 2004
22 Januari 2004
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ada tiga tantangan besar yang diperkirakan dapat
menggagalkan Pemilu 2004 mendatang, yaitu politik uang, terjadinya
kekerasan, dan penyalahgunaan wewenang atau kekuasaan.
"Ada tiga tantangan besar yang bisa menggagalkan pemilu. Mumpung masih ada
waktu, mari kita persiapkan segalanya," kata Menteri Koordinator Bidang
Politik dan Keamanan Susilo Bambang Yudhoyono, usai menutup Rapat Pimpinan
Pemuda Panca Marga di Hotel Indonesia Jakarta, Kamis (22/1.)
Menurut Yudhoyono, politik uang akan merajalela dengan jumlah yang amat
besar dan uang tersebut tidak jelas dari mana asal-usulnya. Dia menyayangkan
jika kegiatan itu terjadi, karena Pemilu 2004 tidak akan bisa berjalan
secara demokratis.
"Sangat disayangkan karena justru nurani bisa dibeli dengan uang," katanya.
Ia menyarankan agar ada kecermatan di dalam penggunaan biaya pemilu ini bagi
para konstenstan pemilu.
Ancaman yang kedua, Yudhoyono mengatakan, akan terjadi kekerasan di seluruh
tanah air. Untuk mengatasi hal ini, TNI dan Polri akan ikut serta semaksimal
mungkin untuk memastikan pemilu aman dan kekerasan dapat dicegah.
Kekerasan itu sendiri, lanjutnya, berasal dari mereka-mereka yang
berkompetisi. Sehingga ia berharap agar pimpinan partai politik (parpol)
juga dapat ikut serta mencegah terjadinya kekerasan.
Yudhoyono juga menyoroti terjadinya penyalahgunaan wewenang atau kekuasaan
sebagai tindakan yang bisa menggagalkan pemilu. Menurutnya, kegiatan
penyalahgunaan ini berlaku bagi siapa saja yang punya wewenang, seperti
bupati, gubernur, presiden, wakil presiden, panglima TNI, kapolri, dan
sebagainya. "Para pejabat itu harus terus mengikuti aturan main sesuai
dengan peraturan yang berlaku," tegasnya.
Dia menyayangkan jika kekuasaan yang dimiliki oleh seseorang digunakan untuk
kepentingan parpol tertentu karena hal itu dapat mengancam berlangsungnya
pemilu yang demokratis.
Yudhoyono juga yakin jika para menteri memiliki etika berkaitan pemilu. Pada
saatnya nanti, lanjutnya, siapapun yang diangkat oleh presiden dan yang akan
berkompetisi dengan presiden yang mengangkatnya, hampir pasti akan
mengundurkan diri. "Itu yang terbaik dan memang fatsun (etika politik)
mengharuskan demikian," tandasnya.
DA Chandraningrum - Tempo News Room