[Marinir] JCC Mau Bayar Pembebasan Sandera GAM 1 Juta Dollar AS
Hong Gie
marinir@polarhome.com
Fri, 30 Jan 2004 23:12:56 +0700
http://www.kompas.co.id/utama/news/0401/29/181621.htm
JCC Mau Bayar Pembebasan Sandera GAM 1 Juta Dollar AS
Laporan : Angelina Maria Donna
KCM, Jakarta, 29-01-2004
JCC (John Caine Center) sebuah organisasi nonpemerintah menawarkan dana
sebesar 1 juta dollar AS kepada Gerakan Aceh Merdeka (GAM) sebagai imbalan
pembebasan seluruh sandera yang masih berada di tangan GAM. Hal ini
diungkapkan Najib S Atamimi, Ketua JCC, kepada pers uai bertemu dengan
Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Sudi Silalahi di
Kantor Kementerian Polkam, Jakarta, Kamis (29/1).
"Dengan ini kami menawarkan untuk menjadi pihak ketiga yang netral dalam
konflik Aceh. Kami tidak akan berpihak atau mewakili kepentingan tertentu,"
ujar Atamimi.
Menurutnya, JCC akan langsung menyerahkan sendiri dana tersebut kepada GAM
tanpa melewati pemerintah.
Sementara, kata Atamimi, kedatangannya ke Polkam untuk memberitahukan
pemerintah mengenai rencana mereka untuk memberikan sejmulah dana itu kepada
GAM. Hal ini dilakukan untuk menghindari kesalahpahaman dengan pemerintah.
Sementara itu, Sudi Silalahi mengatakan dirinya tidak sependapat bila upaya
pembebasan sandera dilakukan dengan cara tebus-menebus. Pasalnya, dana
sebesar itu bisa saja digunakan untuk membeli senjata oleh GAM. Bisa juga,
dana itu dipakai untuk propaganda GAM.
Kendati demikian, pemerintah tidak dalam kapasitas menolak upaya pihak-pihak
lain untuk membantu pembebasan sandera. Tetapi, pemerintah tidak akan
memfasilitasi upaya JCC itu. Alasannya, hal itu justru akan merugikan
operasi pembebasan sandera.
"Siapa saja berhak untuk membebaskan sandera. Tetapi, jangan sampai
merugikan," demikian Sudi Silalahi. (prim)
================================
http://www.kompas.co.id/utama/news/0401/29/174312.htm
Pemerintah Sampaikan Penghargaan kepada TNI
Kamis, 29 Januari 2004,
Laporan : Glori K. Wadrianto
Jakarta, KCM
Pemerintah menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada jajaran
TNI yang telah berhasil membebaskan dua istri perwira TNI AU dari
penyanderaan kelompok separatis Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
"Pemerintah mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada TNI yang telah
membebaskan ibu-ibu yang telah ditahan oleh GAM, tadi siang di wilayah Aceh
Timur," ungkap Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono usai sidang kabinet di
Gedung Utama Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis (29/1).
Menurut Menko Polkam, pembebasan kedua sandera tersebut dilakukan melalui
operasi militer. Pada peristiwa tersebut pasukan TNI dari Batalyon Raider
700 menewaskan dua anggota GAM serta merebut satu pucuk senjata AK-47. Kedua
istri perwira TNI AU itu dibebaskan melalui suatu kontak senjata antara
patroli pasukan Yonif 700/ Raiders dengan
kelompok GAM di Desa Tugu Gajah, Kecamatan Idiek Rayeuk, Aceh Timur, pada
Kamis pukul 12.30 WIB. "Itu teknis di lapangan dari kita tidak ada korban,
dari GAM kira-kira ada dua tewas. Satu senjata AK-47 dapat kita rebut,"
papar Yudhoyono.
Mengenai kamerawan RCTI Ferry Santoro, Menko Polkam mengatakan, kemungkinan
posisinya telah terpisah Safrida dan Soraya, istri perwira TNI AU.. "Bisa
jadi (mereka) terpencar-pencar karena informasi yang didapat mereka tidak
satu lagi, namun demikian tidak jadi alasan yang penting terus kita carikan
usaha. Intelijen terus bekerja. Pangkoops juga mencari informasi dari
rakyat," ujarnya.
Menurut Menko Polkam, operasi militer yang membebaskan kedua sandera tidak
berpengaruh kepada proses perundingan. Di samping itu, dia menilai, GAM
terlalu banyak mengajukan permintaan yang tidak masuk akal. "Tidak berarti
tertutup (perundingan) karena GAM terlalu banyak permintaan dan tidak masuk
akal, tapi nanti akan kita lanjutkan dengan upaya lain," demikian Menko
Polkam.
Evakuasi
Sementara dari Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dilaporkan Safrida dan Soraya
telah dievakuasi ke Markas Komando Operasi TNI (Koops) di Lhokseumawe, Kamis
sore, dengan menggunakan helikopter. Evakuasi dengan helikopter itu demi
alasan keamanan dan menghemat waktu, karena perjalanan darat dari Idek
Rayeuk- Lhok Seumawe bisa memakan waktu lebih dari 1,5 jam.
Safrida adalah istri Letkol Azhari dan Soraya istri Lettu Agung. Rombongan
wartawan RCTI yang ditumpangi kedua istri perwira TNI itu seusai meliput
kontak senjata di Kuala Langsa Aceh Timur pada 29 Juni lalu diculik kelompok
GAM. Wartawan Ersa Siregar tewas tertembak, sedang kamerawan Ferry Santoro
masih ditawan pihak GAM. Sopir kendaraan Rachmatsyah juga berhasil
dibebaskan melalui kontak senjata.(Ant/nik)