[Marinir] [SP] 6.000 Pasukan Marinir Ikut Amankan Pemilu
Hong Gie
ouwehoer at centrin.net.id
Tue Jun 22 22:24:30 CEST 2004
http://www.suarapembaruan.com/News/2004/06/22/index.html
SUARA PEMBARUAN DAILY
----------------------------------------------------------------------------
----
Last modified: 22/6/04
6.000 Pasukan Marinir Ikut Amankan Pemilu
PEMBARUAN/YC KURNIANTORO
APEL PENGAMANAN PEMILU - Anggota Korps Marinir dengan peralatan lengkap
berbaris mengikuti Upacara Gelar Kesiapan Pasukan Pengamanan Pemilu, di
Markas Brigade Infanteri 2 Marinir, Cilandak, Jakarta, Selasa (22/6).
Sekitar 6.000 pasukan Marinir akan disiagakan untuk mengamankan jalannya
Pemilu Presiden di seluruh Indonesia.
JAKARTA - Korps Marinir telah menyiapkan lebih dari 6.000 pasukannya yang
akan disebar di seluruh wilayah Indonesia untuk mengamankan Pemilihan
Presiden 5 Juli mendatang. Namun, dalam tugas pengamanan itu pasukan Marinir
tetap berada dalam posisi membantu pihak Kepolisian.
Hal itu dikatakan, Komandan Korps Marinir Mayjen (Mar) Ahmad Rifai, saat
upacara Gelar Pasukan Pengamanan Pemilu di Bhumi Marinir Cilandak, Selasa
(22/6).
"Sebagai alat pengamanan Marinir terpanggil dan ikut bertanggung jawab atas
keamanan pelaksanaan Pemilihan Presiden 5 Juli nanti. Selain pengamanan
daerah konflik, kita menyiapkan diri untuk mengamankan pemilu nanti," kata
Rifai.
Dikatakan, pasukan Marinir yang disiapkan sebanyak 13 satuan setingkat
batalyon (SSY) yang terdiri dari lima SSY Pasukan Marinir II dan 88 SSY
Pasukan Marinir I.
Menurut Rifai, konsentrasi utama pengamanan pemilu itu akan difokuskan di
dua tempat yaitu, Jakarta dan Jawa Timur. Meski demikian, jika dibutuhkan
pasukan Marinir itu siap diterjunkan di seluruh daerah di Indonesia.
Secara teknis pola pengiriman pasukan akan dikoordinasikan di masing-masing
Komando Daerah Militer (Kodam). Artinya, pihak Kepolisian meminta bantuan ke
Kodam, lalu Kodam yang berhak mengerahkan kekuatan militer yang ada termasuk
pasukan Marinir.
"Agenda Pemilu ini merupakan agenda nasional yang menjadi tanggung jawab
bersama. Jika Kepolisian tidak bisa mengatasi keadaan, kami siap membantu,"
kata Rifai.
Dalam amanatnya, Rifai mengingatkan kembali pada seluruh prajuritnya untuk
tetap bersikap netral selama pemilu nanti. Hal itu sesuai dengan perintah
dari Panglima TNI, Jenderal TNI Endriartono Sutarto bahwa seluruh prajurit
TNI tidak boleh memihak salah satu capres.
Ditambahkan pula, meski pasukan Marinir telah disiapkan sampai saat ini
belum ada tanda-tanda bahwa pemilu akan rusuh. Meski demikian, pasukan
Marinir telah siap diturunkan, baik sebelum pemilu, pada saat pencoblosan,
atau pun setelah 5 Juli nanti. (O-1)
----------------------------------------------------------------------------
----
http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2004/bulan/06/tgl/22/tim
e/114554/idnews/165994/idkanal/10
6.000 Personel Marinir Dikerahkan Amankan Pilpres
Reporter: M. Rizal Maslan
detikcom - Jakarta, Sekitar 13 Satuan Setingkat Batalyon (SSY) yang
berjumlah 6.000 personel Marinir akan dikerahkan dalam rangka pengamanan
pilpres 5 Juli 2004. Pasukan ini akan lebih difokuskan untuk pengamanan di
wilayah Jakarta dan Surabaya.
Kesiapan pasukan Marinir ini digelar dalam Apel Siaga Pengamanan Pemilu 2004
di Bumi Kesatrian Marinir Bhakti Samudera Cilandak, Jaksel, Selasa
(22/6/2004). Acara dipimpin langsung Komandan Marinir Mayjen (Mar) Ahmad
Rifai.
Dalam apel tersebut digelar 5 SSY atau sekitar 2.075 pasukan dari Marinir II
yang akan mengamankan wilayah II Jakarta. Sedangkan 8 SSY sisanya digelar di
wilayah I Surabaya.
Dalam sambutannya, Ahmad Rifai menyataka pasukan Marinir merasa terpanggil
ikut mengamankan pemilu dan membantu aparat kepolisian.
Dia mengharapkan agar pasukan Marinir bersikap netral, tidak memihak salah
satu calon. "Termasuk yang mantan TNI," imbaunya. Dia juga berharap
pasukannya menghindari tindakan kekerasan yang bisa merusak suasana pemilu.
Kepada wartawan, dia menyatakan, gelar pasukan itu untuk memback up
kepolisian dalam agenda pemilu karena ini sesuai dengan perintah Panglima
TNI.
"Pengamanan ini dilakukan karena merupakan kewajiban TNI, bukan berarti
tidak percaya kepada kepolisian," tegas Ahmad Rifai.
Pasukan tersebut tidak hanya diperuntukkan Jakarta dan Surabaya, tapi bisa
disebar ke wilayah Nusantara apabila diperlukan.(nrl)
More information about the Marinir
mailing list