[Marinir] [tempoint'f] Pemerintah Siap Hadapi Letusan Tangkuban
Perahu dan Krakatau
Yap Hong Gie
ouwehoer at centrin.net.id
Wed Apr 13 15:46:22 CEST 2005
http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2005/04/13/brk,20050413-59,id.htm
l
Nasional
Pemerintah Siap Hadapi Letusan Tangkuban Perahu dan Krakatau
Rabu, 13 April 2005 | 20:45 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah meminta masyarakat untuk bersiap
menghadapi kemungkinan terburuk dari aktifitas Gunung Tangkuban Perahu dan
Gunung Anakan Krakatau. Wakil Presiden Jusuf Kalla--yang juga Ketua Badan
Koordinasi Nasional--mengatakan telah menghubungi Gubernur Jawa Barat untuk
masalah ini.
Wakil Presiden mengatakan, saat ini petugas telah memasang papan peringatan
di sekitar Gunung Tangkuban Perahu. "Masyarakat di sekitar Tangkuban Perahu
kami himbau untuk bersiaga," kata dia, Rabu (13/4). Sedangkan aktivitas
Gunung Krakatau, katanya, masih pada level dua namun kewaspadaan tetap
diperlukan.
Menurutnya, jika pemerintah telah mengumumkan bahwa kondisi di kedua gunung
sudah mencapai level empat, maka semua masyarakat harus siap-siap untuk
dievakuasi.
Berdasarkan laporan yang masuk, kata dia, masyarakat perlu menghindari
daerah dalam radius 5-6 kilometer dari kedua daerah tersebut. Daerah Subang
dan sekitar Selat Sunda, kawasan yang mesti diwaspadai.
Budi Riza-Tempo
---------------------
http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2005/04/13/brk,20050413-57,id.htm
l
Nasional
Empat Gunung Berapi di Jawa 'Batuk-batuk'
Rabu, 13 April 2005 | 20:07 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Empat gunung berapi di Pulau Jawa mengalami
peningkatan aktivitas vulkanik. Gunung Tangkuban Perahu di Jawa Barat
mengalami peningkatan aktivitas yang paling drastis sehingga dinaikkan
statusnya dari Normal (level 1) menjadi Siaga (level 3). Adapun Anak Gunung
Krakatau di Selat Sunda, Merapi di Jawa Tengah dan Semeru di Jawa Timur
dinaikkan statusnya menjadi Waspada (level 2).
Menurut Kepala Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi
Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral Surono, Tangkuban Perahu dinaikkan
statusnya menjadi Waspada atau level 2 pada Rabu (13/4) pukul 5.45 WIB.
"Tetapi kemudian statusnya ditingkatkan lagi menjadi Siaga (level 3) pada
pukul 12.00 WIB ketika mengalami peningkatan aktivitas vulkanik signifikan,"
katanya ketika dihubungi Tempo Rabu (13/4) malam.
Surono menguraikan bahwa Tangkuban Perahu, dalam kondisi normal, biasanya
mengalami gempa vulkanik dalam dan dangkal antara 2 sampai 7 kali kejadian
sehari dengan besaran goncangan sekitar 2-3 skala Richter. Nyatanya,
seharian ini, gunung yang terletak di utara Bandung itu telah mengalami
sekitar 100 kejadian gempa vulkanik dalam maupun dangkal.
Menghadapi hal ini, kata Surono, masyarakat tidak perlu panik. Yang perlu
dikhawatirkan dari letusan gunung sendainya terjadi adalah keluarnya gas
beracun seperti karbonmoksida, sulfur dan belerang. "Oleh karena praktis
kita melarang adanya kegiatan atau aktivitas di sekitar gunung," katanya.
Sementara itu, menurut Surono, status Gunung Anak Krakatau dinaikkan menjadi
Waspada karena adanya peningkatan aktivitas gempa dari 2-9 kejadian per hari
menjadi 32 kejadian per hari. Menurutnya, sejak tanggal 2 April pukul 00.00
WIB telah terjadi peningkatan gempa vulkanik dalam dan dangkal di gunung
yang terletak di Selat Sunda itu.
Peningkatan gempa Anak Gunung Krakatau mulai terjadi pada 1 April rata-rata
2-9 kejadian per hari. Sekitar seminggu kemudian, terjadi peningkatan gempa
vulkanik sebanyak 32 kejadian per hari. Begitu juga dengan Semeru dan Merapi
yang mengalami gempa vulkanik sekitar 34 kejadian sehari. "Oleh karena
itulah mereka kita naikkan stausnya dari Normal menjadi Waspada," katanya.
Dengan naiknya, aktivitas gunung-gunung berapi itu, menurut Surono, pihaknya
juga meningkatkan evaluasi dan pengamatan aktivitas melalui Tim Tanggap
Darurat DVMPG (Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) yang
ada.
Surono mengelak menjelaskan apakah peningkatan aktivitas vulkanik terjadi
akibat adanya peningkatan aktivitas tektonik lempeng bumi. "Kalaupun iya
apakah ada bedanya?" tanyanya. Yang pasti, ia mengakui sudah ada evakuasi
sebagian dari penduduk yang tinggal sangat dekat dengan Gunung Tangkuban.
"Selama statusnya belum turun, tidak boleh ada yang mendekati gunung,"
ujarnya.
Amal Ihsan
More information about the Marinir
mailing list