[Marinir] [KCM] Depsos Keluhkan Minimnya Pesawat TNI
YapHongGie
ouwehoer at centrin.net.id
Thu Jan 6 13:31:10 CET 2005
http://www.kompas.com/utama/news/0501/06/030208.htm
Updated: Kamis, 06 Januari 2005, 03:01 WIB
NASIONAL
Depsos Keluhkan Minimnya Pesawat TNI
Jakarta, Kamis
Sekretaris Jenderal Departemen Sosial (Depsos), Rohadi Adiwinata,
mengeluhkan minimnya pesawat helikoter dan hercules milik TNI yang membuat
distribusi bantuan koban bencana alam di di Nagroe Aceh Darussalam
terhambat.
"Heli tidak ada yang bisa angkut bantuan sedangkan pesawat hercules hanya
beberapa unit saja, padahal kita sangat membutuhkan di Aceh sana," kata
Rohadi Adiwinata di Jakarta, Rabu (5/1).
Ia mengatakan hal tersebut di sela-sela acara dialog interaktif "Metro Round
Table" dengan topik "Koordinasi Penanggulangan Bencana Alam" oleh radio
"Suara Metro" di Automall, Jakarta .
Acara tersebut juga dihadiri oleh Wakil Sekretaris Badan Koordinasi Nasional
Penanggulangan Bencana dan Pengungsi, Indrawati Tamin, Gubernur Distrik
"Lion Club" Indonesia, Charles Ong, dengan dipandu oleh mantan Pemimpin
Umum/Pemimpin Redaksi Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA, Parni
Hadi.
"Tidak ada lembaga yang mampu bekerja seperti situasi di lokasi bencana.
Hanya TNI yang mampu karena sudah terbiasa dalam segala medan,"' katanya.
Kondisi ini, katanya, menjadikan TNI mirip macan "ompong" karena tidak
memiliki helikopter dan pesawat yang memadai.
"Hercules cuma beberapa dan sudah tua-tua bahkan dikanibal agar hercules
lain bisa terbang. Heli hanya bisa angkut enam orang dan tidak bisa angkut
barang," katanya.
Ia mengatakan, distribusi bantuan dengan helikopter baru terlaksana setelah
datangnya helikopter dari angkatan udara Singapura. Karena keberadaan
pesawat TNI itu sangat dibutuhkan, katanya, maka sudah selayaknya DPR
meloloskan usulan pembelian pesawat baru bagi TNI.
Peran TNI, katanya, tidak hanya saat sekarang ini, disaat orang lain masih
bersemangat terjun ke lokasi bencana di Aceh tapi juga dibutuhkan hingga
kondisi normal. "Kondisi darurat ini sampai kapan? Bisa nggak relawan
bertahan di Aceh selama satu tahun. Bisa saja, baru tiga bulan, jumlah
relawan sudah jauh berkurang," katanya.
Disaat relawan banyak yang pergi di Aceh, katanya, maka yang tinggal hanya
petugas Departemen Sosial dan TNI yang tetap setia di lokasi bencana alam.
"Setelah mereka mundur, yang tertinggal pasti tinggal 'berbaju korpri' dan
TNI yang berbaju hijau," katanya menegaskan.
Untuk itu, katanya, Departemen Sosial sangat membutuhkan relawan yang tidak
merepotkan yakni yang tidak menanyakan hotel, makan dan tidur di lokasi
bencana. "Kita butuh relawan bekerja ikhlas dan tidak digaji," katanya.
(Ant/Mbk)
More information about the Marinir
mailing list