[Marinir] Panglima TNI Akan Dicecar DPR Soal Penembakan diPasuruan

Yap Hong Gie ouwehoer at centrin.net.id
Fri Jun 15 07:03:31 CEST 2007


Bung Aditya dan Bung Zaenal,

Sekarang polemik politik yang dilontarkan anggota DPR adalah sola pernyataan 
Dankormar, Mayjen (Mar) Nono Sampono bahwa, penembakan yang dilakukan 
anggota MAR sudah sesuai prosedur tetap (protap), yang "diterjemahkan" 
sebagai:  "Penembakan di Alastlogo, Lekok, Pasuruan, Jawa Timur, yang 
menewaskan empat warga sipil sudah sesuai prosedur tetap (protap)",

Ditambah lagi plintiran politik Anggota Komisi I DPR dari F-PAN, Abdillah 
Toha, yang mengatakan:
"Dankormar Mayjen Nono Sampono tidak seharusnya mengeluarkan pernyataan yang 
membenarkan tindakan prajurit yang menghilangkan nyawa orang"
http://www.suarapembaruan.com/News/2007/06/14/index.html


Padahal, dalam rapat kerja (raker) dengan Komisi I DPR, Rabu (13/6), 
pernyataan Dankormar secara lengkap berbunyi sbb:
"penembakan dilakukan setelah melalui prosedur tetap (protap), dan dalam 
kemiliteran tentara menggunakan tiga jenis peluru yaitu peluru hampa, peluru 
karet dan peluru tajam. Dalam kasus Pasuruan, penembakan tidak langsung ke 
arah korban, tapi didahului tembakan peringatan ke udara, lalu tembakan 
peringatan ke arah bawah yang kemudian peluru memantul (ricochet) dan 
mengenai sasaran."

Yang dimaksudkan Dankormar simply: bahwa anggota Marinir tidak menembakan 
senjatanya langsung kearah kerumunan massa penyerang; tembakan peringatan 
keatas dengan peluru hampa dan karet, kemudian ketika penyerangan terus 
berlangsung diarahkan kebawah, yang mengakibatkan arah (serpihan) proyektil 
tidak terkendali, sehingga mengakibatkan jatuhnya korban yang justru bukan 
penyerang dan berada jauh dari lokasi bentrok.


Saya hanya ingin menegaskan bahwa melihat latar belakang sengketa dan 
pola-pola bentrokan massa dalam rangka menguasai lahan, aksi benturan 
berdarah sudah direncanakan dan direkayasa oleh pihak-pihak yang 
berkepentingan; para spekulan tanah mulai dari aparat desa, oknum Kelurahan 
sampai Kabupaten, serta khususnya pihak-pihak yang memiliki kepentingan 
politik yang ikut numpang untuk menghancurkan citra TNI.


Kita pakai akal sehat saja, masa' iya penduduk diberi lahan seluas 500 
meter2 per KK, tambah lahan sebesar 20% untuk fasilitas umum, plus uang 
tunai Rp.10juta untuk relokasi, ditolak?!?!?
Lhaa ... saat ini, lahan yang mereka diduduki (secara tidak sah) memangnya 
berapa?
Kalau bukan dipengaruhi dan ditekan oleh spekulan tanah, apalagi yang 
membuat mereka ngotot menolak?


Bebarapa hal lain yang patut dipertanyakan :
1. Mengingat wilayah Grati Alas Tlogo berjarak 2-3 Km dari Pasuruan, 
sementara jarak dari Surabaya ke Pasuruan membutuhkan waktu tempuh sekitar 4 
jam.
    Bagaimana wartawan media atau perekam gambar, bisa berada dilokasi 
disaat kejadian insiden?
2. Gambar yang berulang kali ditayangkan di TV, hanya memperlihatkan para 
korban yang baru tertembak, mengapa bukan gambar-gambar "hot" dari bentrokan
   dan penembakan itu sendiri?


Wassalam, yhg.
-------------------

aditya kusuma wardhana wrote:
Pak Zaenal..
Setuju banget...tp mereka mungkin lupa...kalo keadaan
dapat berubah sewaktu waktu...heheh kalo saya berharap
satu hari nanti mereka itu di Adili atas segala
perbuatan mereka yg mengatas namakan rakyat.

aditya kusuma


--- Zaenal Arief <combat at melsa.net.id> wrote:
> Pak Adith,

> > Mereka sangat kritis (sok Kritis tepatnya)
> > terhadap masalah2 yg menyangkut masalah
> > rakyat...tp nuansa politisnya tetap besar..
> > Kapan mereka bener2 memihak
> > rakyat yg notabene mereka wakili.

>  -----------------------------------
> Mereka akan mulai bener2 mewakili rakyat kalo udah
> BALIK MODAL, karena waktu  mau jadi anggota dewan
> mereka abis2an pinjem sana-sini sampe jual kolor ....
> jadi sekarang saatnya cari segala cara untuk kembali
> modal.....
>
> Zaenal 



More information about the Marinir mailing list