[Marinir] DANKORMAR: TANTANGAN TUGAS MARINIR KE DEPAN MAKIN BESAR DAN KOMPELKS

Yap Hong Gie ouwehoer at centrin.net.id
Sat Jun 23 20:17:32 CEST 2007


http://www.marinir.mil.id/news.php?id=20070614135323

Details Berita

      Dankormar Saat Inspeksi Pasukan Marinir di Bhumi Marinir Karang Pilang Surabaya 
      DANKORMAR: TANTANGAN TUGAS MARINIR KE DEPAN MAKIN BESAR DAN KOMPELKS
      [14-Juni-2007] 
      Kecenderungan perkembangan lingkungan strategis sekarang ini memberi gambaran adanya tantangan dan tugas Korps Marinir kedepan akan semakin besar dan kompleks. Berbagai kecenderungan menunjukan hakikat ancaman yang dihadapi akan lebih beragam, sedangkan kita sangat menyadari pula bahwa kemampuan negara saat ini sangat terbatas untuk dapat memenuhi kebutuhan Korps Marinir, mencakup kebutuhan alat utama sistem senjata, pemeliharaan material peningkatan profesionalisme maupun kebutuhan perbaikan kesejahteraan prajurit dan keluarganya.

      Demikian dikatakan Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI (Mar) Nono Sampono, S.Pi. pada amanat tertulisnya usai menerima Wellcoming Parade atau Parade Penerimaan Komandan Korps Marinir, Senin (11/6) di Bhumi Marinir Karang Pilang, Surabaya. Hadir dalam acara ini Komandan Pasmar I Brigjen TNI (Mar) Arief Suherman dan sejumlah pejabat teras Korps Marinir

      Lebih lanjut menurut Dankormar, hal tersebut tidak akan mengurangi semangat Korps Marinir untuk terus meningkatkan profesionalitas prajurit dan untuk meningkatkan kemampuan tempurnya, sehingga pada saatnya akan mampu untuk menjemput tugas yang dipercayakan kepada Marinir, tugas mulia dalam menjaga kedaulatan dan martabat bangsa, serta tugas untuk mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

      Menurut Jenderal Marinir berbintang dua itu, perjalanan panjang Korps Marinir dalam pengabdiannya kepada nusa dan bangsa telah membawa Korps ini menjadi suatu kekuatan yang disegani baik kawan maupun lawan. Ukiran tinta emas yang telah ditorehkan oleh para pendahulu Marinir dengan kucuran keringat dan tetesan darah dalam mengemban misi untuk menjaga keutuhan NKRI menjadi catatan sejarah tersendiri. 

      " Saya perlu mengingatkan bahwa kita jangan terlalu bersandar pada kebesaran masa lalu, karena kita berkewajiban untuk harus mempertahankan apa yang telah disumbangkan oleh para pendahulu kita tersebut dan disisi lain kitapun harus meninggalkan dan mewarisi hal-hal yang dapat diberikan kepada generasi yang akan datang sebagai modal dasar dan pedoman untuk mereka berbuat lagi kedepan, sehingga bagaikan mata rantai yang sambung menyambung bahkan diusahakan seperti susunan anak tangga yang menanjak terus menerus. Saya yakin dan percaya bahwa kitapun mampu untuk melakukan seperti apa yang telah diteladani oleh para pendahulu kita yaitu dengan semangat pengabdian yang tanpa pamrih dan ikhlas dalam melaksanakan tugas, sehingga korps marinir akan terus mengukir prestasi dalam mengabdikan diri kepada negara dan bangsa " ungkap Marinir kelahiran Bangkalan, Madura, 1 Maret 1953 itu kepada seluruh prajurit Korps Marinir wilayah timur.

      Pada bagian lain, mantan Inspektur Jenderal Angkatan Laut (Irjenal) yang menduduki jabatan orang nomor satu di lingkungan Korps Marinir pada 6 Juni lalu mengatakan, di saat sedang terus membangun citra dan opini, Korps Marinir telah dikejutkan dengan terjadinya peristiwa penembakan di Grati Pasuruan, peristiwa ini tidak hanya menjadi kasus di dalam tubuh TNI namun menjadi kasus nasional. Ini merupakan cobaan berat bagi Marinir, namun juga sebagai pelajaran yang sangat berharga. 

      " Kita tentu memahami bahwa saya berharap agar kejadian hanya ada dua pilihan bagi prajurit disaat menghadapi situasi kristis, yaitu mati atau hilang kehormatan. Saya juga berharap agar kejadian tersebut, jangan membuat kita menjadi takut untuk berbuat, selama kita berada dalam rambu yang benar, apa yang telah dilakukan oleh 13 orang teman kita adalah sebuah tindakan yang tepat. Karena mereka hanya menjalankan tugas dan dalam keadaan terpaksa untuk mempertahankan keselamatan diri bahkan kehormatan dirinya sebagai prajurit Marinir. 
      Indonesia adalah negara hukum, sehingga Korps Marinir akan berupaya sekuat tenaga untuk menyelesaikan permasalahan ini melalui jalur hukum yang berlaku " tegas Dankormar kepada para prajuritnya. 


          [Redaksi MARINIR] 
-------------- next part --------------
An HTML attachment was scrubbed...
URL: http://www.polarhome.com/pipermail/marinir/attachments/20070624/a67db5f1/attachment-0001.html 
-------------- next part --------------
A non-text attachment was scrubbed...
Name: not available
Type: image/jpeg
Size: 139673 bytes
Desc: not available
Url : http://www.polarhome.com/pipermail/marinir/attachments/20070624/a67db5f1/attachment-0001.jpe 


More information about the Marinir mailing list